This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label asset management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asset management. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juli 2014

Management Keuangan

Management Keuangan

Management Keuangan
Management Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
Beberapa definisi Management Keuangan diberikan sebagai berikut:
  • Liefman: usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.
  • Suad Husnan: manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
  • Grestenberg: how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use them and how the prof ts business are distributed.
  • James Van Horne: segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
  • Bambang Riyanto: keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaaya yang minimal dan syarat syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.

Tujuan Management Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.


Asset Management

Asset Management

Asset Management
Prawoto (t.t) mengemukakan bahwa “Asset Management adalah kombinasi dari manajemen, keuangan, ekonomi, tehnik mesin dan praktek kerja yang diterapkan pada aset fisik dengan tujuan agar mampu menyediakan tingkat pelayanan prima dengan biaya yang paling efesien”.

Menurut Hastings (2010) manajemen aset adalah serangkaian kegiatan yang terkait dengan (1) mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan aset, (2) mengidentifikasi kebutuhan dana, (3) memperoleh aset, (4) menyediakan sistem dukungan logistik dan pemeliharaan untuk aset, (5) menghapus atau memperbaharui aset sehingga secara efektif dan efisien dapat memenuhi tujuan.

Berbagai pengertian mengenai Asset Management tersebut mengatakan bahwa manajemen aset merupakan suatu proses sistematis yang mempertahankan, meng-upgrade, dan mengoperasikan aset dengan cara yang paling hemat biaya melalui penciptaan, akuisisi, operasi, pemeliharaan, rehabilitasi, dan penghapusan aset yang terkait dengan (1) mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan aset, (2) mengidentifikasi kebutuhan dana, (3) memperoleh aset, (4) menyediakan sistem dukungan logistik dan pemeliharaan untuk aset, (5) menghapus atau memperbaharui aset sehingga secara efektif dan efisien dapat memenuhi tujuan. Inti dari manajemen aset yaitu bahwa pengelolaan aset berkaitan dengan menerapkan penilaian teknis dan keuangan dan praktek manajemen yang baik untuk memutuskan apa yang dibutuhkan aset untuk memenuhi tujuan bisnis, dan kemudian untuk memperoleh dan mempertahankan aset selama umur hidup aset tersebut sampai ke pembuangan.

Prawoto menjelaskan bahwa tujuan manajemen aset adalah untuk menjaga agar nilai aset tersebut tetap tinggi dan mempunyai usia hidup yang panjang dengan menyediakan biaya operasi yang memadai sehingga mampu menghasilkan output yang tinggi secara efesien, memberikan kepuasan kepada pelanggannya namun dengan tetap mengindahkan peraturan perundangan dan aspek keselamatan kerja sehingga tidak mengganggu lingkungan dan memberikan image yang baik kepada publik.

Menurut Hastings (2010) tahapan utama dalam siklus Asset Management adalah:
  1. Identifikasi peluang bisnis atau kebutuhan.
  2. Kemampuan analisis gap dan analisis kebutuhan aset
  3. Analisis Pra-studi kelayakan, fisik dan keuangan - pilihan opsi
  4. Perencanaan Kelayakan, fisik dan keuangan - untuk opsi yang dipilih
  5. Akuisisi, pengembangan dan implementasi
  6. Operasi, dukungan logistik dan pemeliharaan
  7. Memantau (monitoring) dan review
  8. Pembuangan (disposal)

Diversity Management

Diversity Management

Diversity Management
Sudah jelas, issue/masalah mengenai tenaga kerja yang semakin bervariasi adalah salah satu hal yang penting bagi manajer di saat ini. Dalam materi ini kita akan melihat lebih dekat dalam Diversity Management tersebut dari semua jenis di tempat kerja.

Diversity Management dapat ditemukan di banyak tempat kerja dan organisasi dalam negeri dan global, dan manajer di tempat-tempat kerja tentunya mencari cara untuk menghargai dan mengembangkan keberagaman itu. Lihatlah di sekitar kelas Anda. Anda cenderung melihat orang yang muda / tua, pria / wanita, tinggi / pendek, bermata cokelat, sejumlah ras, dan berbagai gaya pakaian. Anda akan melihat orang-orang yang vocal sering berbicara di kelas dan yang lebih cenderung pendiam, dan sebagainya. Pernahkah Anda perhatikan keberagaman dunia kecil di mana Anda berada sekarang? Banyak dari Anda mungkin telah dibesarkan di lingkungan yang terdapat individu yang beragam, sementara yang lain mungkin tidak memiliki pengalaman itu. Kita akan fokus pada keberagaman di tempat kerja, jadi mari kita lihat apa itu. Dengan melihat berbagai cara mendefinisikan keberagaman, Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari itu.


Pasar yang semakin kompetitif saat ini menggarisbawahi kenyataan bahwa menciptakan tempat kerja yang beragam adalah yang paling penting. Ini sama pentingnya untuk membuat keberagaman dan inklusi sebagai bagian integral dari budaya organisasi. "Sebuah keberagaman berkelanjutan dan strategi inklusi harus memainkan peran sentral dalam pengambilan keputusan di tingkat pimpinan tertinggi dan ke setiap tingkat perusahaan." Bagaimana cara pemimpin organisasi melakukan itu?



Salah satu hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa keberagaman dan inklusi merupakan bagian dari tujuan dan strategi organisasi. Bahkan selama masa ekonomi sulit, organisasi perlu komitmen yang kuat untuk keberagaman dan program-program inklusi. Keberagaman perlu diintegrasikan ke dalam setiap aspek dari bisnis – dari tenaga kerja, pelanggan dan pemasok untuk produk, layanan dan masyarakat yang dilayani. Kebijakan dan prosedur harus ada untuk memastikan bahwa keluhan dan keprihatinan dapat ditangani dengan segera. Akhirnya, budaya organisasi perlu melibatkan adanya penghargaan terhadao keberagaman dan inklusi, bahkan sampai ke titik di mana kinerja individu diukur dan dihargai atas prestasi dalam keberagaman.